Melihat Yang Tidak Terlihat

maxresdefault

 

Kita semua pernah tidak bisa melihat, atau setidaknya, tak mampu melihat dengan jelas. Bayi usia beberapa hari belum memiliki kemampuan mata yang mampu mendeteksi cahaya masuk. Ini berakibat pada kemampuan melihat yang minim. Kemampuan melihat ini berkembang seiring berjalannya waktu. Organ yang perlahan menjadi sempurna membuat mata bayi dapat mendeteksi cahaya secara sempurna sehingga dapat melihat dengan baik.

Fase tidak bisa melihat dengan jelas bukan hanya dialami oleh bayi usia dini. Namun juga dialami oleh manusia dewasa. Kebanyakan mereka yang mengalami penurunan kemampuan melihat diakibatkan oleh otot mata yang tidak lagi fleksibel dalam menjatuhkan cahaya pada titik fokus mata. Bantuan yang bisa diberikan kepada penderita kesulitan melihat ini adalah dengan memakai kacamata. Dengan kacamata manusia yang tadinya kesulitan melihat dapat kembali melihat dengan jelas. Sesuatu yang tadinya tidak ada dapat menjadi ada. Ia dapat melihat yang tadinya ia tidak lihat.

Saya adalah seorang pria yang mengalami dua fase di atas. Waktu bayi dulu, saya yakin saya kesulitan untuk melihat karena perkembangan biologis memang tidak memungkinkan untuk melihat. Saya juga memakai kacamata sejak duduk di bangku sekolah dasar. Semakin lama saya hidup saya menyadari bahwa melihat bukan hanya tentang cahaya yang jatuh di titik fokus atau kemampuan organ untuk mendeteksi cahaya masuk. Melihat adalah sebuah tindak  yang melibatkan logika dan perasaan.

Enam bulan belakangan saya pikir saya sudah melihat dengan baik. Namun beberapa teman saya berpendapat sebaliknya. Mereka bilang ini  bukan karena mata ataupun minus kacamata yang bertambah. Tapi karena saya memilih untuk tidak percaya dengan apa yang saya lihat. Mereka bilang saya delusional dan radikal. Saya pikir, persetan dengan mereka, saya melihat bukan hanya dengan mata, tetapi juga dengan hati. Buat apa merusak penglihatan dengan hati yang kotor bukan?

Kemudian saya belajar untuk melihat dengan logika. Ketika semua titik-titik itu jelas terhubung dan tidak ada lagi tebak-tebakan buah manggis, saya tau apa yang harus saya lihat. Ternyata melihat yang baik bukan hanya dari hati, tetapi juga dari logika. Karena kadang hati yang jujur akan berbohong untuk keselamatannya. Karena kadang logika yang sempurna akan terlalu jahat untuk diterima. Saya mencoba melihat dengan kedua instrumen dasar itu.

Definisi melihat jadi begitu luas bagi saya. Setiap kebohongan, cerita karangan, atau tingkah tidak biasa juga termasuk objek yang dapat dilihat. Bukan sekadar cahaya yang dipantulkan oleh benda yang tidak menyerap cahaya, atau ilusi optik hasil penggabungan bidang yang kompleks. Dengan logika dan hati akhirnya saya dapat melihat yang tidak terlihat.

 

Advertisements

3 thoughts on “Melihat Yang Tidak Terlihat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s