Musik dan Kesendirian

sepi dalam ramai.jpg

 

Seorang teman pernah berkata bahwa tempat paling berbahaya untuk merasakan sepi adalah keramaian. Kening saya seketika mengkerut setelah mendengar ucapannya, bagaimana mungkin seorang bisa merasa sepi saat dikelilingi oleh banyak orang. Begitu pikirku.

Kemudian saya berkenalan dengan waktu. Betapa kagetnya saya dengan apa yang bisa ia perlihatkan. Hal-hal yang sebelumnya saya rasa tidak mungkin dapat terjadi. Mulai dari perginya seseeorang yang dulu dekat hingga datangnya orang baru secara tiba-tiba. Waktu juga memperlihatkan bahwa merasa sepi di keramaian benar adanya.

Kemarin saya datang ke Music Gallery untuk kedua kalinya. Sama seperti tahun lalu, saya hanya menonton sedikit musisi. Tahun ini saya datang untuk menonton Mondo dan Mocca saja. Seperti tahun lalu juga, saya tertidur di belakang kerumunan menjelang acara selesai. Mungkin ketahanan tubuh saya dalam menonton festival musik memang rendah, mengingat saya juga hampir tertidur saat we the fest. Atau mungkin semakin ramai keadaan semakin itu pula saya merasa sepi.

IMG_20160313_105737.jpg
Mondo X Danilla

Saya suka konsep panggung di sini. Ada main stage dengan panggung cukup tinggi dan kapasitas penonton yang besar. Kemudian ada intimate stage dengan panggung kecil yang membuat musisi dan penonton begitu dekat, iya, sesuai dengan namanya, intimate. Saya Menonton Mondo di main stage. Saya tidak dapat menonton dari dekat karena saya datang sesaat sebelum lagu pertama mulai. Karena itu, saya datang jauh lebih awal untuk menonton Mocca. It’s worth it, lambaian tangan saya dibalas oleh Arina.

2016-03-13 10.59.43 1.jpg
Pengalaman spiritual berada dua meter dari Arina

Orang datang ke acara musik untuk berkumpul bersama teman. Ada juga yang datang untuk sekadar melepas lelah. Tidak sedikit yang ingin lari dari rutinitas. Kemudian satu pertanyaan muncul di benakku. Apakah mereka datang untuk berinteraksi atau hanya datang karena takut sendiri? Memang kesendirian paling berbahaya jika dirasakan di tempat ramai. Terlebih jika kamu takut sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s