Semiotika Dalam Lirik Resah

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

 

Aku ingin berjalan bersamamu

Dalam hujan dan malam gelap

Tapi aku tak bisa melihat matamu

 

Aku ingin berdua denganmu

Di antara daun gugur

Aku ingin berdua denganmu

Tapi aku hanya melihat keresahanmu

 

Aku menunggu dengan sabar

Di atas sini, melayang-layang

Tergoyang angin, menantikan tubuh itu

 

Lagu yang berjudul resah tersebut ada di album Dunia Batas milik Payung Teduh. Bahasa puitis dan nada syahdu kental sekali di lagu ini. Seperti lagu-lagu lain dalam album Dunia Batas, Resah memiliki makna tersirat yang sangat kuat. Saya akan menganalisis lagu ini melalui tiga lapisan. Pertama makna tersurat, kemudian makna tersirat dan diakhiri dengan makna tersembunyi yang terdapat pada lagu tersebut. Sama halnya seperti puisi, pembaca bebas menafsirkan makna yang ada menurut pribadi masing-masing. Sebagai seorang pembaca puisi, saya juga akan menafsirkan menurut pribadi saya. Penafsiran yang saya buat tentu sangat subjektif dan banyak terpengaruh dari buku yang saya baca. Jika terdapat perbedaan pendapat, silahkan berbagi di kolom komentar.

Makna tersurat. Ini adalah makna yang langsung terpikir ketika pertama kali mendengar lagu. Proses visualisasi tergolong singkat. Apa yang dikatakan lagu juga apa yang terpikir di kepala. Jika ditinjau dari makna tersurat, menurut saya lagu ini bercerita tentang obsesi seseorang.

 

Aku ingin berjalan bersamamu

Dalam hujan dan malam gelap

Tapi aku tak bisa melihat matamu

 

Bait pertama menceritakan tentang keinginan individu untuk berdua dengan individu lainnya. Tidak peduli kondisi cuaca yang buruk, atau waktu yang sudah larut. Biasanya orang yang berkeinginan akan mengurungkan niatnya ketika cuaca dan waktu tidak mendukung. Namun orang yang ada di lagu ini berbeda, keinginannya tidak terikat kondisi. Maka itu saya menyebut ini lebih dari sekadar keinginan. Ini adalah sebuah obsesi. Penulis juga memberikan sedikit informasi kepripadian dari orang yang berobsesi ini. Walaupun obsesinya besar, orang ini adalah orang yang pemalu. Ini terlihat ketika ia tidak mampu menatap mata orang yang ia suka.

 

Aku ingin berdua denganmu

Di antara daun gugur

Aku ingin berdua denganmu

Tapi aku hanya melihat keresahanmu

 

Orang ini menegaskan obsesinya dengan berkata ingin berdua saja. Bukan sekadar berjalan, ia ingin berjalan berdua. Pernyataannya masih juga terikat kondisi. Tidak peduli musim apapun itu, ia tetap ingin berdua. Namun sayangnya obsesi orang ini tidak bersifat resiprokal. Orang yang ia sukai tidak merespon perasaannya. Ini terlihat dari keresahan orang tersebut. Tidak ada orang yang resah jika berdua dengan orang yang ia suka. Pendengar mulai sadar bahwa ini lagu tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan.

 

Aku menunggu dengan sabar

Di atas sini, melayang-layang

Tergoyang angin, menantikan tubuh itu.

 

Seperti kebanyakan orang yang memiliki obsesi, orang ini juga sabar. Sabar menanti tubuh orang yang ia sukai agar bisa jadi miliknya. Mungkin penantiannya usai ketika terjadi perubahan pada pikiran orang yang ia sukai. Mungkin ketika orang itu sudah tidak resah.

Jika dianalisis dari makna tersirat. Makna ini hanya keluar saat lagu sudah didengar berkali-kali. Tiap kata tidak dibayangkan secara langung, tetapi dikaitkan dengan kata lain yang memiliki makna sejenis. Pembedahan dilakukan perkalimat. Analisis bukan berdasarkan bentuk, tetapi berdasarkan kemiripan sifat. Menurut saya lagu ini bercerita tentang makhluk halus yang menginginkan tubuh manusia. Definisi makhluk halus baru jelas di bait terakhir.

 

Aku ingin berjalan bersamamu

Dalam hujan dan malam gelap

Tapi aku tak bisa melihat matamu

 

Definisi makhluk halus belum begitu jelas di sini. Namun kita sudah diberikan petunjuk. Bahwa makhluk halus keluar di malam hari. Kemudian ada unsur horror dari hujan. Hujan dan malam pekat identik dengan settting penuh terror. Ini terlihat dari bagaimana film-film menggambarkan kengerian dan unsur menakutkan dengan setting malam hari disertai hujan.

 

Aku ingin berdua denganmu

Di antara daun gugur

Aku ingin berdua denganmu

Tapi aku hanya melihat keresahanmu

 

Di sini dijelaskan bahwa makhluk halus tersebut bertempat di atas pohon. Itu tergambarkan dari ia yang melihat manusia di antara gugurnya daun. Dari atas pohon tentu bisa dengan mudah melihat manusia di antara daun gugur. Sebagai orang yang tinggal di Indonesia, jika mendengar makhluk halus yang hidup di atas pohon, tentu saya langsung terbayang sosok kuntilanak. Ini tentu relevan dengan kalimat terakhir pada bait ini. Apa yang dilakukan seorang manusia saat diperhatikan oleh kuntilanak dari atas pohon? Benar, jawabannya adalah resah.

 

Aku menunggu dengan sabar

Di atas sini, melayang-layang

Tergoyang angin, menantikan tubuh itu

 

Seperti yang saya katakan di paragraf pembuka, bait terakhir ini memperjelas sosok makluk halus yang saya bicarakan. Terlihat kuntilanak tersebut menunggu dengan sabar. Mencari mangsa dari atas pohon. Makhluk halus tidak terikat oleh gaya gravitasi, itu sebabnya kuntilanak itu dapat melayang-layang. Disebutkan tiupan angin kencang yang bisa menggoyangkan pohon untuk menambah kengerian. Di tengah kondisi yang sudah mencekam, kuntilanak berbisik, aku menantikan tubuh itu.

Tapi saya lebih suka pada makna tersembunyi yang ada. Proses analisis makna tersembunyi hampir mirip dengan makna tersirat. Bedanya, analisis tidak dilakukan perkalimat, melainkan hanya perkata saja. Saya mencari kemiripan kondisi dan sifat dari kata yang disampaikan oleh penulis lirik. Kemudian saya sampai pada konklusi bahwa lagu ini bercerita dengan depresi diri.

 

Aku ingin berjalan bersamamu

Dalam hujan dan malam gelap

Tapi aku tak bisa melihat matamu

 

Kalimat pertama menggambarkan tujuan. Kemudian kalimat kedua terdapat dua kata, hujan dan gelap. Hujan berarti kesedihan. Tetes air hujan sering juga digambarkan sebagai tetes air mata. Lawan dari matahari yang biasa diidentikkan dengan keceriaan. Gelap bisa berarti ketiadaan. Black hole yang menghisap apapun yang ada didekatnya, bahkan cahaya juga tidak bisa menghindar dari black hole. Lalu di kalimat terakhir kita diberikan gambaran tentang tidak tercapainya tujuan yang dimaksud. Apa yang terjadi jika tujuan tidak tercapai? Depresi.

 

Aku ingin berdua denganmu

Di antara daun gugur

Aku ingin berdua denganmu

Tapi aku hanya melihat keresahanmu

 

Kalimat pertama juga menggambarkan tujuan. Di kalimat kedua disebutkan daun gugur. Karakteristik daun yang gugur adalah daun yang sudah kering. Perlahan ia lepas dari pohon karena batang daun sudah tidak kuat menahan berat daun. Karena terlalu sering terkena cahaya matahari, daun menjadi kering. Secara pelan tapi pasti patah. Jatuh menghantam tanah karena tidak kuat berada di atas. Persis sekali dengan keadaan orang gagal.

 

Aku menunggu dengan sabar

Di atas sini, melayang-layang

Tergoyang angin, menantikan tubuh itu

 

Kalimat pertama menggambarkan tujuan lagi. Di kalimat kedua terdapat kata melayang-layang. Melayang-layang dapat diidentikkan dengan ketidakjelasan. Tidak punya pendirian dan berpindah-pindah. Orang yang sedang depresi sulit untuk berkomitmen dengan tujuannya. Di kalimat pertama ia ingin menjadi sabar. Namun di kalimat kedua terlihat kebimbangannya. Ia melayang-layang seperti hilang tujuan. Bahkan anginpun bisa mengoyangkannya. Sebegitu lemahnya ia sampai angin saja bisa memindahkannya.

 

Kesimpulan saya, Resah adalah morfin bagi para penikmat musik dan puisi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s