Kamu Milikku Pada Akhirnya

Aku adalah pelabuhan terakhir saat semua orang lupa akan namamu. Pelukanku setia hangatkan malam dinginmu. Kurangkul pelan setiap lekuk tubuh lemahmu. Mari sini sayangku, rebahkan kepalamu pada dada kokohku. Kamu pasti lelah akan pekerjaan, bukan? Denganku tak perlu kau risau akan kesibukan, sudah, kita beristirahat saja.

Rumah kita dihiasi bunga melati dan pohon kamboja. Sungguh harum aromanya. Tidak perlu alagi kamu mencari perfume jutaan rupiah itu. Alam menyediakan yang terbaik untuk kita. Akan aku perkenalkan wangi rumput sore hari padamu, tetapi, hati-hati pada gagak tua berparuh bengkok. Tempo hari ia berteriak menggangguku semedi. Mungkin sore nanti ia datang lagi.

Orang bilang bias cahaya matahari yang mengintip dari daun adalah lukisan milik Tuhan. Perlahan kamu akan percaya itu. Walaupun aku tahu, kepemilikan pribadi tentu bertentangan dengan paham sosialismu. Lagipula aku juga menolak untuk percaya pada sosok khayalan yang maha kuasa di atas sana. Ah, mungkin perlahan kita akan paham dan percaya.

Aku ingat hari saat kamu menjadi milikku. Kamu datang dengan pakaian serba putih. Wajahmu polos tanpa hiasan yang sering kamu pakai sebelum bekerja. Jujur, aku masih tidak mengerti alasan mengapa keluarga yang mengantarmu padaku memakai baju serba hitam. Diriku berteori bahwa mereka ingin kamu berbeda dengan mereka. Padahal, pada akhirnya kita akan sama juga kan?

Ayah dan ibumu meneteskan banyak air mata. Jujur, saat itu aku sungguh hilang arah. Tidak habis pikirku untuk mencari jawaban. Aku tidak pernah melihat senyum setulusmu saat itu. Orang tua macam apa yang menangis melihat anaknya tersenyum bahagia? Senyuman manis tanpa tekanan, cacian, dan beban. Kamu cantik sayangku. Ah, akhirnya, kamu milikku seutuhnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s