tentang fim titanic

di keseharian gua yang gabut sampe tanggal tujuh belas nanti, gua ngisi waktu sambil baca buku, nonton tv, dan meratapi nasib tentunya. hari ini ada fox movie premiere memutar film titanic. film tentang sejarah kapal titanic yang karam ditambah dengan bumbu kisah antara jack dan rose.

gua kurang suka film drama, tapi gua sangat gila dengan sejarah. menurut gua sejarah adalah misteri konkret dari dunia yang penuh dengan konspirasi, seperti statusisasi labil ekonomi yang dikudeta oleh apresiasi jiwa. tunggu, kenapa gaya bahasa gua jadi sok intelek begini? sepertinya kebanyakan nonton video vicky prasetyo dapat mempengaruhi gaya menulis gua. mohon dimaafkan.

sekarang kita fokus lagi.

awalnya gua nonton film ini karena penasaran sama sejarah titanic, karena dari review yang gua baca beberapa story line film ini diangkat dari kisah nyata. iya, alasan lain karena gua pengen ngeliat kate winslet topless. hei, dont mock me. im a normal guy.

tapi setelah satu jam mengikuti cerita titanic, gua larut dalam kisah cinta antara jack dan rose. mereka baru mengenal satu sama lain di kapal titanic. dengan pick up line yang klise, jack berkata kepada rose yang ingin melompat ke laut , “you jump, i jump!”. setelah itu, rose kembali ke tempatnya dan mengurungkan niat untuk melompat ke laut. iya, semudah itu kedua orang yang baru mengenal bisa jatuh cinta. tentu akan lain ceritanya jika saat itu rose benar-benar melompat. mungkin gua bakal nulis, “semudah itu dua orang yang baru mengenal bisa jatuh ke laut”.

seperti terhipnotis, gua mengikuti perjalanan jack dan rose untuk lolos dari titanic yang karam. sejenak gua lupa tujuan awal gua nonton, mengetahui sejarah. dan juga melihat kate winslet topless. damn it, kenapa gua lupa mengabadikan scene itu. ah, sudahlah.

yang mau gua point out di sini adalah salah satu kelemahan gua. jujur, gua nangis saat nonton titanic. gua juga kurang mengerti alasan kenapa gua nangis, tapi yang pasti bukan karena kehilangan moment melihat salah satu aktor yang topless. tidak perlu alasan yang jelas untuk menangis, terlebih saat tidak ada yang melihat. gua cuman iri sama jack yang punya cewe yang sayang banget sama dia. gua iri sama rose yang bisa naik kapal yang perjalanannya paling mahal saat itu. tapi yang paling bikin gua iri adalah kru film yang bisa menyaksikan kate winslet topless secara langsung.

setelah menghabiskan hampir dua jam menonton film yang terlalu fokus di drama, gua butuh tulisan sejarah tentang titanic. agar tetap menjaga kredibilas mental yang tercemari oleh fatamorgana opera sabun yang kadang mempertakut jiwa yang dikudeta apresiasi kemakmuran. damn it viky.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s