Menulis

image

Ada orang menulis karena dia sedih. Sedih karena hanya kertas dan sebuah pena tempatnya berbagi cerita. Sedih karena manusia penuh dengan keegoisannya masing-masing, urusan yang mereka anggap lebih penting, menganggap individu lain sebuah perangkat asing. Kebanyakan dari orang yang bercerita dengan buku adalah penyendiri, beberapa hanya sekadar tidak percaya pada kelabilan manusia lain.

Ada orang menulis karena dia marah. Marah karena kutukannya dapat membawa petaka jika sampai ditelinga manusia. Marah karena kutukan jujur dapat menyebabkan pidana, dipanggil hakim lalu didenda, dituntut jaksa hingga muka penuh duka. Kebanyakan dari mereka yang mengutuk dengan buku adalah penyalur sebuah ide, beberapa hanya pengecut yang tidak berani menerima respon langsung dari lawannya.

Ada orang menulis karena dia senang. Senang karena ciuman pertama yang baru saja dialaminya. Senang karena pheromone perlahan masuk ke saluran darah, membawa ratusan ilusi indah, sehingga terasa sulit berkata sudah. Kebanyakan dari orang yang berbagi dengan tulisan ingin kenangannya abadi, beberapa hanya ingin pamer karena merasa lebih beruntung secara pribadi.

Ada orang menulis karena ingin menulis. Ingin menulis karena terpikir sebuah ide tulisan. Ingin menulis karena dari segelintir penulis ada yang menulis karena sedih, ada juga yang menulis karena marah, tidak sedikit yang menulis karena senang akan sebuah indah. Kebanyakan orang yang menulis karena ingin menulis bukanlah siapa-siapa, beberapa bukan juga apa-apa.

Advertisements

2 thoughts on “Menulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s